Tukang Jagal Berbaju Merah

Nich kisah ketika tahun 2005, ketika gw diberi kesempatan menunaikan rukun islam yang ke 5 di tanah suci Mekah. rencananya gw berserta regu gw mau menyembelih hewan kurban kambing dan onta. Masing masing dari kita satu regu per orang membayar 250 reyal untuk kurban tersebut. Gw dan teman teman satu regu sekitar 11 orang berangkat ketempat yang memang sudah ditentukan. Dengan diantar Pak Abdullah, seorang mukimin yang sudah lama tinggal di mekah, gw satu regu naik mobil menuju tempat pemotongan hewan.

Ketika mobil yang gw tumpangi berhenti di suatu lampu merah, gw yang duduk paling belakang melihat ada beberapa orang kulit hitam (mungkin suku baduy setempat) dengan baju merah menghampiri mobil gw yang lagi berhenti. Yang bikin gw kaget dan ngeri adalah mereka semua membawa golok dan pisau besar di pinggang dan tangan mereka. Belum hilang kekagetan gw itu mereka mengetuk ketuk kaca mobil dan sebagian lagi naik di bemper belakang mobil. Mereka berbicara dengan bahasa arab yang gw tidak ngerti, apa mereka mau minta handphone dan dompet gw yach. Wach.. jangan jangan genk kampak merah versi arab kah?…

Tetapi Kepala regu gw dan pak Abdullah cepat menenangkan kita semua yang ada di mobil kalau mereka itu tukang jagal hewan kurban yang mau menawarkan jasa nya langsung ke jemaah haji karena di tempat pemotongan hewan sendiri mereka bersaing dengan banyak tukang jagal lainya.

Oh.. rupanya gw hampir sampai di tempat pemotongan hewan tersebut, dimana onta dan kambing banyak sekali mereka dikandangan dengan kandang yang berjejer rapih di sebelah jalan. Sedang sebelah jalan lainya adalah khusus tempat pemotongan hewan kurban. Ada suatu yang menarik saat pemotongan onta berlangsung, gw pikir wach pasti seru nich klo sapi aja berontak apalagi onta ngamuknya pasti lebih seru. Tetapi pikiran gw tersebut meleset Saat si tukang jagal selesai berdoa si onta dengan pasrahnya duduk dan menyerahkan lehernya untuk dipotong… Allahhu Akbar. Sret……… sekali tebas aja putus tenggorokan onta tersebut, bisa dibayangin betapa tajamnya pisau si tukang jagal. Dari sini gw lihat kalau si onta tahu kalau dia akan dikorbankan untuk suatu ritual agama untuk kebesaran syiar panji panji islam, dengan ikhlas dia menyerahkan dirinya untuk dijadikan hewan kurban. Daging kurban tersebut akan dikirim ke negara negara afrika dan negara negara lain yang memang membutuhkan daging kurban tersebut. Dimana daging kurban tersebut nantinya akan dikirim dalam bentuk daging kaleng.

Alhamdulilah satu rukun haji telah gw penuhi semoga amal ibadah gw diterima… amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: